Kesehatan Lansia, Kunci Hidup Aktif di Usia Senja
Sehatbersama – Kesehatan Lansia menjadi isu penting yang semakin mendapat perhatian dunia seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di berbagai negara. Penuaan penduduk bukan lagi sekadar fenomena demografis, melainkan tantangan nyata bagi sistem kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dalam laporan terbarunya, World Health Organization menegaskan bahwa penuaan yang sehat (healthy ageing) harus menjadi prioritas agar lansia tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan fisik dan mental tidak dapat di hindari. Namun, Kesehatan Lansia bukan semata tentang mengobati penyakit, melainkan bagaimana menjaga fungsi tubuh agar tetap optimal. Pendekatan ini mendorong pergeseran paradigma dari “usia panjang” menuju “usia panjang yang berkualitas”.
Tantangan Kesehatan yang Dihadapi Lansia
Kesehatan Lansia sering kali di hadapkan pada sejumlah masalah umum, mulai dari nyeri sendi, penurunan kekuatan otot, hingga penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Selain itu, gangguan penglihatan dan pendengaran juga menjadi keluhan yang banyak di alami pada usia lanjut, memengaruhi aktivitas harian dan kemandirian.
Tak kalah penting adalah kesehatan mental. Rasa kesepian, stres, dan depresi kerap muncul akibat berkurangnya aktivitas sosial atau perubahan peran dalam keluarga. Kondisi ini menunjukkan bahwa perawatan lansia harus di lakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan sosial.
Konsep Healthy Ageing Jadi Fokus Global
Konsep healthy ageing kini menjadi strategi utama kesehatan global. Pendekatan ini menekankan pencegahan sejak dini, bahkan sebelum seseorang memasuki usia lanjut. Pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala menjadi fondasi utama dalam menjaga Kesehatan Lansia.
WHO menilai bahwa lingkungan yang mendukung juga berperan besar, seperti akses fasilitas kesehatan, ruang publik ramah lansia, dan dukungan keluarga. Dengan ekosistem yang tepat, lansia dapat tetap berkontribusi dalam masyarakat, baik melalui pengalaman, pengetahuan, maupun peran sosial lainnya.
Peran Keluarga dan Masyarakat
Kesehatan Lansia tidak dapat di lepaskan dari peran keluarga dan komunitas. Dukungan emosional, perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari, serta keterlibatan lansia dalam kegiatan sosial terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Di banyak negara, program berbasis komunitas mulai di kembangkan untuk mendorong lansia tetap aktif dan terhubung dengan lingkungan sekitar.
Di tengah tren penuaan global, menjaga Kesehatan Lansia berarti menyiapkan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Usia senja bukan akhir dari produktivitas, melainkan fase kehidupan yang tetap dapat di jalani secara aktif, sehat, dan bermakna apabila di dukung oleh kebijakan, keluarga, dan kesadaran bersama.
